All About Asrama

Asrama, pasti semuanya pernah denger kata ini, bukan?? Kalau mendengar kata asrama, pasti yang terlintas di pikiran kita suatu tempat yang segala sesuatunya serba dilarang. Tapi apa iya??

Nah, sebagai seorang anak asrama, aku cuma pengen berbagi cerita dan pengalamanku selama aku tinggal di asrama. Ya,, meskipun baru tinggal selama 3 bulan, tapi aku sudah bisa merasakan pahit manisnya asrama. Mulai dari pusingnya nyari-nyari  sendal yang dipinjem sama temen. Sampai saat tak tertawa terbahak-bahak karena tingkah lucu anak asrama lain.

Asrama, pasti semuanya pernah denger kata ini, bukan?? Kalau mendengar kata asrama, pasti yang terlintas di pikiran kita suatu tempat yang segala sesuatunya serba dilarang. Tapi apa iya??

Nah, sebagai seorang anak asrama, aku cuma pengen berbagi cerita dan pengalamanku selama aku tinggal di asrama. Ya,, meskipun baru tinggal selama 3 bulan, tapi aku sudah bisa merasakan pahit manisnya asrama. Mulai dari pusingnya nyari-nyari  sendal yang dipinjem sama temen. Sampai saat tak tertawa terbahak-bahak karena tingkah lucu anak asrama lain.

Oke, let’s start! Pertama, lihat dulu jenis asrama yang kita “tinggali”. Apakah asrama sekolah (Boarding School), asrama pesantren, atau asrama sekolah sekaligus juga pesantren?? Kalau untuk asrama sekolah, mungkin kegiatan yang dilakukan tidak sepadat asrama di pesantren. Bisa dibilang, asrama sekolah lebih “longgar” daripada pesantren. Tapi tidak menutup kemungkinan ada asrama sekolah yang lebih ketat dari asrama pesantren. Beda lagi dengan asrama tempat aku tinggal sekarang. Asramaku merupakan perpaduan antara asrama pesantren dengan asrama sekolah.

Tapi tetep,, di asrama apapun, masalah utama  yang  sering  dihadapi oleh anak asrama biasanya sama. Pertama masalah adaptasi. Misalnya  waktu tidur kita yang biasanya jam 8 jam atau lebih, ‘terpaksa” harus dikurangi. Lalu, kita yang di rumah biasanya bangun jam setengah 6 atau bahkan lebih, maka selama di asrama kita diharuskan bangun lebih awal. Tapi, tak lain dan tak bukan, hal itu bertujuan untuk mambuat kita menjadi anak yang lebih disiplin, (khususnya waktu) rajin, dan mandiri. Coba bayangkan, jika sampai dewasa nanti kelakuan kita tetap seperti itu, memalukan sangat. Peace!😄

Beda lagi dengan anak yang tinggal di asrama sekolah. Mereka dituntut untuk dapat meningkatkan kemampuan belajar kita. Baik itu akademik, ataupun non-akademik.

Lain halnya dengan anak-anak pesantren. Yang hampir setiap hari harus membawa, membaca dan menghapal Al Qur’an. Tapi sekali lagi, semuanya bertujuan untuk membentuk karakter kita supaya bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.

Lain halnya dengan asrama pesantren yang sekaligus juga asrama sekolah (seperti aku). Di asramaku, aku dituntut untuk bisa berprestasi lebih baik daripada anak non-asrama. Berat memang. Apalagi saingannya banyak. Selain itu, kita juga diwajibkan “setor hapalan”. Maksudnya, selama beberapa hari dalam sepekan. Kita diwajibkan menambah hapalan Al Qur’an. Awalnya sih memang berat (aku akui itu). Tapi lama kelamaan, aku merasa enjoy dengan semuanya. Malah, sekarang jumlah hapalanku sudah meningkat drastis. XP. Selain itu, ibadah aku juga jadi lebih meningkat. Aku yang dulunya malas mengerjakan ibadah, sekarang alhamdulillah sudah lebih rajin.

Masalah umum

Selain masalah-masalah tadi, ada juga beberapa masalah lain yang sering dialami oleh anak-anak asrama (termasuk mugnkin aku). XP. Satu diantaranya, privasi kita jadi berkurang, misalnya kita yang biasanya selalu pelit, maka di asrama, mau ga mau, kita harus membagi makanan kita sama temen kita. Terus juga kalau ada temen yang minjem barang atau uang, kita harus menjemin (kalau punya). Nah, dari beberapa poin tadi, ada yang ga terlalu aku suka. Yaitu minjemin barang. Bukannya ga mau minjemin atau apa. Tapi aku udah pernah minjemin, dan barangnya itu baru dikembalikan dua minggu kemudian, bisa dibayangin ga? Please man! Terus sendal, biarpun udah dikasih tahu berkali-kali, tetep aja sendalku ada yang make. Bahkan aku harus nanya ke semua anggota asrama buat bisa nemuin tu sendal. Malah saat aku menulis artikel ini, aku masih belum nemuin sendal aku.

Hah, begitu banyak masalah yang kita hadapi di asrama. Ga bakal cukup kalau aku tuliskan semuanya. Mulai dari males nyuci baju atau piring bekas makan. Sampai makanan yang ga sesuai sama selera kita. Semuanya kita hadapi di asrama. Tapi yang penting,  jangan sampai semua masalah itu membuat kita jadi drop atau bahkan punya niat kabur dari asrama. Hadapi semua masalah kita. Biarpun kita belum terbiasa dengan suasana asrama, paksain aja. Seperti kata guru asramaku, segala sesuatu berawal dari keterpaksaan, karena itu biasakanlah dengan segala sesuatu yang ada di asrama meskipun semuanya harus dilakukan dengan keterpaksaan.

Ada tips nih dari aku, khususnya buat kalian yang tinggal di asrama. Sama buat kalian yang punya rencana buat tinggal di asrama, jangan ragu untuk mencoba! Ni dia tipsnya:

  • Buat yang baru pertama kali tinggal di asrama, pasti belum terbiasa dengan suasananya. Nah, karena itu, biasakan untuk mulai berbaur dengan suasananya. Having Fun aja dengan semuanya!  Dan yang penting, jangan sampai kegiatan di asrama membuat kita merasa ga nyaman dan ga betah tinggal di asrama.
  • Khusus buat anak pesantren, aku tahu kalau kalian pasti disuruh untuk menghapal beberapa Surah Al Qur’an. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin berat. Tapi, berusahalah untuk menikmatinya. Jangan jadikan sebagai beban. Kalau kita menikmatinya dan tidak menganggapnya sebagai beban, Insya Allah, kita akan dapat menghapal dengan mudah.
  • Khusus buat yang pelit, kalau kalian pelit, berusahalah untuk jadi ‘lebih baik”. Tidak mudah memang, tapi kamu pastinya ga mau kan kalau temen-temen asrama kamu ngejauhin kamu gara-gara kamu pelit?? So, mulailah berbagi dengan temanmu!
  • Mulailah untuk hidup disiplin dan mandiri. Contoh disiplin, kita terikat aturan di asrama, karena itu patuhilah! Agar kita bisa lebih disiplin. Karena kedisiplinan itu  akan mempengaruhi masa depan kita. Contoh mandiri: lakukan segala pekerjaan sendiri, mulai dari mencuci baju, mencuci peralatan makan, dsb. Dan jangan menjadi anak manja yang hanya bisa nyuruh. Di asrama, kita ngelakuin sesuatu sendiri. Jadi, lakukanlah!
  • Kalau ada masalah, cobalah selesaikan sendiri. Seandainya kita ga bisa memecahkannya sendiri, coba cari temen  yang bisa diajak curhat. Jangan dipendem aja! Ga baik lho.
  • Jangan mengecewakan guru atau pengasuh di asrama. Sebab, mereka ada di asrama sebagai pengganti orangtua kita. Orangtua kita telah meng-amanah-kan kita kepada mereka, karena itu, hormati dan sayangilah mereka seperti orangtua kita.
  • Yang terakhir, jangan lupa tingkatkan prestasi kamu. Jadikan asrama sebagai tempat untuk kamu memperoleh ilmu yang lebih banyak. Buktikan kemampuan dengan prestasi. Karena dengan prestasi kita, maka pengasuh/guru asrama, guru di sekolah, temen, dan juga orangtua pasti akan bangga dengan kita.

Hmm,, kayaknya cuma itu aja deh. Aku berharap pengalaman dan tips dariku bisa berguna buat kalian semua. Khususnya buat mereka yang tinggal di asrama. Sorry kalau ada kata-kata yang salah dan menyinggung. Sebenernya sih aku nulis artikel ini sekalian buat curhat. Bosen ga ada yang mau ngedengerin. Daripada dipendem sendiri kan, ga bagus juga. XP. Thanks!! Aku tunggu comment dan kritiknya.

ma, aku cuma pengen berbagi cerita dan pengalamanku selama aku tinggal di asrama. Ya,, meskipun baru tinggal selama 3 bulan, tapi aku sudah bisa merasakan pahit manisnya asrama. Mulai dari pusingnya nyari-nyari sendal yang dipinjem sama temen. Sampai saat tak tertawa terbahak-bahak karena tingkah lucu anak asrama lain.

Oke, let’s start! Pertama, lihat dulu jenis asrama yang kita “tinggali”. Apakah asrama sekolah (Boarding School), asrama pesantren, atau asrama sekolah sekaligus juga pesantren?? Kalau untuk asrama sekolah, mungkin kegiatan yang dilakukan tidak sepadat asrama di pesantren. Bisa dibilang, asrama sekolah lebih “longgar” daripada pesantren. Tapi tidak menutup kemungkinan ada asrama sekolah yang lebih ketat dari asrama pesantren. Beda lagi dengan asrama tempat aku tinggal sekarang. Asramaku merupakan perpaduan antara asrama pesantren dengan asrama sekolah.

Tapi tetep,, di asrama apapun, masalah utama yang sering dihadapi oleh anak asrama biasanya sama. Pertama masalah adaptasi. Misalnya waktu tidur kita yang biasanya jam 8 jam atau lebih, ‘terpaksa” harus dikurangi. Lalu, kita yang di rumah biasanya bangun jam setengah 6 atau bahkan lebih, maka selama di asrama kita diharuskan bangun lebih awal. Tapi, tak lain dan tak bukan, hal itu bertujuan untuk mambuat kita menjadi anak yang lebih disiplin, (khususnya waktu) rajin, dan mandiri. Coba bayangkan, jika sampai dewasa nanti kelakuan kita tetap seperti itu, memalukan sangat. Peace!😄

Beda lagi dengan anak yang tinggal di asrama sekolah. Mereka dituntut untuk dapat meningkatkan kemampuan belajar kita. Baik itu akademik, ataupun non-akademik.

Lain halnya dengan anak-anak pesantren. Yang hampir setiap hari harus membawa, membaca dan menghapal Al Qur’an. Tapi sekali lagi, semuanya bertujuan untuk membentuk karakter kita supaya bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.

Lain halnya dengan asrama pesantren yang sekaligus juga asrama sekolah (seperti aku). Di asramaku, aku dituntut untuk bisa berprestasi lebih baik daripada anak non-asrama. Berat memang. Apalagi saingannya banyak. Selain itu, kita juga diwajibkan “setor hapalan”. Maksudnya, selama beberapa hari dalam sepekan. Kita diwajibkan menambah hapalan Al Qur’an. Awalnya sih memang berat (aku akui itu). Tapi lama kelamaan, aku merasa enjoy dengan semuanya. Malah, sekarang jumlah hapalanku sudah meningkat drastis. XP. Selain itu, ibadah aku juga jadi lebih meningkat. Aku yang dulunya malas mengerjakan ibadah, sekarang alhamdulillah sudah lebih rajin.

Masalah umum

Selain masalah-masalah tadi, ada juga beberapa masalah lain yang sering dialami oleh anak-anak asrama (termasuk mugnkin aku). XP. Satu diantaranya, privasi kita jadi berkurang, misalnya kita yang biasanya selalu pelit, maka di asrama, mau ga mau, kita harus membagi makanan kita sama temen kita. Terus juga kalau ada temen yang minjem barang atau uang, kita harus menjemin (kalau punya). Nah, dari beberapa poin tadi, ada yang ga terlalu aku suka. Yaitu minjemin barang. Bukannya ga mau minjemin atau apa. Tapi aku udah pernah minjemin, dan barangnya itu baru dikembalikan dua minggu kemudian, bisa dibayangin ga? Please man! Terus sendal, biarpun udah dikasih tahu berkali-kali, tetep aja sendalku ada yang make. Bahkan aku harus nanya ke semua anggota asrama buat bisa nemuin tu sendal. Malah saat aku menulis artikel ini, aku masih belum nemuin sendal aku.

Hah, begitu banyak masalah yang kita hadapi di asrama. Ga bakal cukup kalau aku tuliskan semuanya. Mulai dari males nyuci baju atau piring bekas makan. Sampai makanan yang ga sesuai sama selera kita. Semuanya kita hadapi di asrama. Tapi yang penting, jangan sampai semua masalah itu membuat kita jadi drop atau bahkan punya niat kabur dari asrama. Hadapi semua masalah kita. Biarpun kita belum terbiasa dengan suasana asrama, paksain aja. Seperti kata guru asramaku, segala sesuatu berawal dari keterpaksaan, karena itu biasakanlah dengan segala sesuatu yang ada di asrama meskipun semuanya harus dilakukan dengan keterpaksaan.

Ada tips nih dari aku, khususnya buat kalian yang tinggal di asrama. Sama buat kalian yang punya rencana buat tinggal di asrama, jangan ragu untuk mencoba! Ni dia tipsnya:

.Buat yang baru pertama kali tinggal di asrama, pasti belum terbiasa dengan suasananya. Nah, karena itu, biasakan untuk mulai berbaur dengan suasananya. Having Fun aja dengan semuanya! Dan yang penting, jangan sampai kegiatan di asrama membuat kita merasa ga nyaman dan ga betah tinggal di asrama.

.Khusus buat anak pesantren, aku tahu kalau kalian pasti disuruh untuk menghapal beberapa Surah Al Qur’an. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin berat. Tapi, berusahalah untuk menikmatinya. Jangan jadikan sebagai beban. Kalau kita menikmatinya dan tidak menganggapnya sebagai beban, Insya Allah, kita akan dapat menghapal dengan mudah.

.Khusus buat yang pelit, kalau kalian pelit, berusahalah untuk jadi ‘lebih baik”. Tidak mudah memang, tapi kamu pastinya ga mau kan kalau temen-temen asrama kamu ngejauhin kamu gara-gara kamu pelit?? So, mulailah berbagi dengan temanmu!

.Mulailah untuk hidup disiplin dan mandiri. Contoh disiplin, kita terikat aturan di asrama, karena itu patuhilah! Agar kita bisa lebih disiplin. Karena kedisiplinan itu akan mempengaruhi masa depan kita. Contoh mandiri: lakukan segala pekerjaan sendiri, mulai dari mencuci baju, mencuci peralatan makan, dsb. Dan jangan menjadi anak manja yang hanya bisa nyuruh. Di asrama, kita ngelakuin sesuatu sendiri. Jadi, lakukanlah!

.Kalau ada masalah, cobalah selesaikan sendiri. Seandainya kita ga bisa memecahkannya sendiri, coba cari temen yang bisa diajak curhat. Jangan dipendem aja! Ga baik lho.

.Jangan mengecewakan guru atau pengasuh di asrama. Sebab, mereka ada di asrama sebagai pengganti orangtua kita. Orangtua kita telah meng-amanah-kan kita kepada mereka, karena itu, hormati dan sayangilah mereka seperti orangtua kita.

.Yang terakhir, jangan lupa tingkatkan prestasi kamu. Jadikan asrama sebagai tempat untuk kamu memperoleh ilmu yang lebih banyak. Buktikan kemampuan dengan prestasi. Karena dengan prestasi kita, maka pengasuh/guru asrama, guru di sekolah, temen, dan juga orangtua pasti akan bangga dengan kita.

Hmm,, kayaknya cuma itu aja deh. Aku berharap pengalaman dan tips dariku bisa berguna buat kalian semua. Khususnya buat mereka yang tinggal di asrama. Sorry kalau ada kata-kata yang salah dan menyinggung. Sebenernya sih aku nulis artikel ini sekalian buat curhat. Bosen ga ada yang mau ngedengerin. Daripada dipendem sendiri kan, ga bagus juga. XP. Thanks!! Aku tunggu comment dan kritiknya.

2 Komentar (+add yours?)

  1. bocipalz
    Nov 06, 2009 @ 01:50:19

    kisah kasih asrama..
    wah belum pernah merasakan..
    tapi thx untuk sharenya🙂

    Balas

    • anggrie
      Nov 07, 2009 @ 02:16:18

      knapa ga mulai bwt nyoba aja?? hehe.. ia, sama2. thanx jg udh comment! oh, ia, punya account facebook ga??

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Song Lyrics

Lirik Lagu Indonesia Terbaru
%d blogger menyukai ini: