China, “Gudang” Pemain Bulutangkis Dunia

China, bila mendengar negara yang satu ini, maka yang muncul di otak kita adalah sebuah negara yang besar dengan penduduk yang saaangaat banyak (terbanyak di dunia). Tapi kalau yang diomongin adalah olahraga, maka bulutangkis-lah jawabannya. Ya, seperti kita ketahui China merupakan salahsatu negara yang merupakan raja bulutangkis dunia. China berjaya di hampir semua nomor. Nomor “terlemah”-nya saja (Ganda Putera) digawangi oleh pemain-pemain hebat, salahduanya adalah Cai Yun yang berpasangan dengan Fu Hai Feng-pemain dengan smash tercepat di dunia-. Serta Guo Zhen Dong/Xie Zhong Bo. Sekarang, mari kita bahas setiap nomor satu persatu.

Tunggal Puteri

Dimulai dengan nomor tunggal puteri. Kenapa aku ingin membahas nomor ini dulu? Karena diantara semua nomor yang lain, nomor inilah yang paling banyak “personelnya” .Banyak sekali pemain-pemain tunggal puteri China yang memiliki bakat luar biasa. Sebut saja Wang Yi Han (21) dan Wang Xin (19). Duo “Wang” ini masih sangat muda. Tapi prestasi mereka sudah luar biasa.

Tahun lalu, untuk pertama kalinya Wang Yi Han berhasil menjadi juara di Turnamen Super Series, yakni Jepang Terbuka. Dia mengalahkan “kakaknya”, Wang Lin. Bulan Maret lalu, ia juga berhasil meraih gelar Tunggal Puteri All England. Mengalahkan Juara bertahan tahun lalu, Tine Rasmussen dari Denmark. Lalu, bulan September lalu ia kembali mempertahankan gelarnya di Jepang Super Series setelah mengalahkan kompatriotnya, Wang Xin.

Lalu, Wang Xin. Pemain muda China ini disebut-sebut bakal menjadi calon pemain top dunia masa depan. Runner Up Jepang SS 2009 ini pernah mengalahkan beberapa pemain top dunia, seperti Zhou Mi (HongKong), kompatriotnya Wang Lin, dan juga juara Indonesia SS 2009, Saina Nehwal (india).

China memang “pencetak” atlet bulutangkis yang luar biasa. Bayangkan, tahun lalu saja, banyak atlet-atlet baru China yang muncul, seperti Lu Lan, Zhu Lin, Wang Lin dan Wang Yi Han.

Dan di tahun 2009, jumlahnya semakin “membanyak”. Sebut saja, Jiang Yan Jiao, Wang Shixian, dan Wang Xin. Dari sini, dapat kita ketahui bahwa regenerasi di China memang  sangatlah bagus. Keberadaan mereka bisa menggantikan Zhang Ning (peraih emas Olimpiade Athena dan Beijing) dan juga Xie Xing Fang (perak Olimpiade Beijing) yang sudah lebih dulu pensiun. Tapi, dengan banyaknya pemain muda yang juga berbakat, bukan tidak mungkin para junior ini mampu menggeser posisi para seniornya. Sebab, dari beberapa turnamen, kebanyakan para pemain senior  takluk ditangan junior-juniornya. Tragis memang, tapi ya,, itulah resikonya.

Ganda Puteri

Lain tunggal, lain pula ganda. Setelah pensiunnya Yang Wei/ Zhang Jiewen, muncul atlet-atlet ganda puteri muda. Seperti Yu Yang/Du Jing (peraih medali emas Olimpiade Beijing), Zhang Yawen/Zhao Tingting (juara Singapura SS 2009), Cheng Shu/Zhao Yunlei (finalis Indonesia SS 2009), dan Ma Jin/Wang Xiaoli(juara Jepang SS 2009). Dari semuanya, malah ada beberapa  atlet yang bermain di dua nomor sekaligus. Seperti Yu Yang yang berpasangan dengan He Han Bin (peraih perunggu Olimpiade Beijing), Zhang Yawen/Xie Zhong Bo, Ma Jin/Zheng Bo, serta Wang Xiaoli/Tao Jiaming.

Meski bermain di dua nomor, mereka mampu bermain dengan baik. Entah karena memang pelatihan bulutangkis di China memang sangat bagus atau karena semangat mereka yang tinggi, sehingga mereka bisa melakukannya.

Ganda Campuran

Nomor selanjutnya adalah nomor Ganda Campuran. Sama seperti dua nomor tadi, nomor ini juga “diisi” oleh pemain-pemain yang hebat. Seperti duet baru Zheng Bo/Ma Jin. Mereka muncul dia awal tahun 2009 (Ma Jin menggantikan posisi Gao Ling yang tahun lalu berpasangan dengan Zheng Bo), tapi selama tahun ini saja, mereka sudah meraih 3 gelar Super Series (All England, Singapura SS, dan Indonesia SS). Sayang karena cedera yang diderita oleh Ma Jin,  mereka gagal merebut gelar Juara Dunia karena kandas oleh ganda Denmark, Kamylla Ritter Juhl/Thomas Laybourn di perempatfinal. Mereka juga gagal meraih gelar di Jepang SS, karena kalah dari pemain Indonesia, Vita Marissa/Hendra Aprida Gunawan di babak kedua.

Ganda Campuran lainnya yakni Yu Yang/He Han Bin, Xie Zhong Bo/Zhang Yawen, dan Tao Jiaming/Wang Xiaoli. Meskipun prestasi Xie/Zhang dan Wang/Tao tidak sebagus Zheng/Ma serta Yu/He,  tapi tetap saja diperlukan “energi ekstra” untuk bisa menundukkan ganda-ganda ini. Tapi, selama tahun ini, penampilan Yu/He menurun. Dari beberapa turnamen Super Series tahun ini, mereka belum mendapat satu gelar pun. Apakah Yu/He akan tergeser oleh Zheng/Ma? Kita lihat saja.

Ganda Putera

Nomor ini dibilang sebagai nomor terlemah China. Ya, Ganda Putera. Mungkin disebut begitu karena jumlah atletnya yang tidak sebanyak nomor lain. Di nomor ini, aku  cuma tahu Cai Yun/Fu Hai Feng (peraih perak Olimpiade Beijing) dan Guo Zhen Dong/Xie Zhong Bo.  Meski disebut-sebut sebagai nomor terlemah di tim China, bukan berarti kita dapat dengan mudah mengalahkan mereka. terutama Cai/Fu. Untuk bisa mengalahkan mereka, kita harus siap menahan smash-smash keras yang dilancarkan. Pasalnya, smash dari Fu Hai Feng merupakan smash tercepat di dunia saat ini. Smash tercepat itu terjadi ketika perebutan Piala Sudirman tahun 2005. Wah, nomor terlemahnya aja udah luar biasa. Apalagi

Tunggal Putera

Next, nomor paling bergengsi, Tunggal Putera. Cukup Banyak pemain tunggal putera China yang berbakat. Salahsatunya adalah Lin Dan (Super Dan). Atlet yang merupakan kekasih dari Xie Xing Fang ini merupakan peraih medali emas Olimpiade Beijing dan peraih 3 gelar Juara Dunia secara berturut-turut. Pemain-pemain lain misalnya, Bao Chun Lai (juara Jepang Terbuka SS 2009), Chen Jin, dan pemain muda Chen Long. Tidak seperti di nomor tunggal puteri, di nomor tunggal putera tidak terlalu banyak pemain-pemain muda yang bermunculan. Tapi gapapa, kan kalau misalnya makin banyak pemain China yang muncul, kita juga yang repot. Peace! XP.

Jika melihat prestasi yang telah diraih oleh para pemain China tersebut, sepertinya sulit bagi kita untuk bisa menyamainya. Tapi, kita berharap saja (dan berusaha tentunya), agar di masa depan, kita bisa mengulang kembali kejayaan Bulutangkis kita masa lalu. Semoga dengan dibuatnya tulisan ini dapat memacu semangat atlet-atlet muda Indonesia untuk bisa menjadi ujung tombak perjuangan bulutangkis Indonesia. Amin!!

2 Komentar (+add yours?)

  1. kiky
    Okt 25, 2009 @ 11:24:03

    memang harus diakui kalau china punya segudang atlet bulutangkis yang handal.

    sebetulnya Indonesia juga punya atlet bulutangkis yang handal, tidak kalah dengan china. namun, pembinaan untuk para calon atlet di indonesia masih kurang rapi, sehingga banyak calon atlet yang layu sebelum berkembang….

    Balas

    • anggrie
      Okt 28, 2009 @ 09:36:31

      ya. emg bner. platihan di kita emg masih belum memadai. tapi smoga aja di masa depan kita bisa
      kembali meraih jaya.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Song Lyrics

Lirik Lagu Indonesia Terbaru
%d blogger menyukai ini: