Esensi Lailatul Qadr

Malam kemuliaan atau malam kemuliaan adalah malam dimana Allah SWT. memberikan ni’mat dan pahala yg berlipat kepada umat-Nya. Para ulama mengatakan bahwa pahala yg diberikan bagi orang yg beribadah pada Lailatul Qadr sama dengan pahala yg diberikan kepada orang yg beribadah selama 1000 bulan atau 83 tahun 4 bulan. Adanya Lailatul Qadr disebabkan karena Rasulullah SAW. merasa sedih kepada umat-umatnya. Sebab, tidak seperti umat Nabi-nabi sebelumnya, umat Rasulullah SAW tidak akan berusia lama. Sebagian ulama berpendapat bahwa usia suatu umat tergantung kepada Nabi terakhir yg hidup sebelumnya. Dalam hal ini, kita selaku umat Rasulullah Muhammad SAW. hanya akanhidup selama +- 63 tahun (rata-rata). Padahal, umat Nabi-nabi zaman dulu seperti Nabi Isa as., Ibrahim as., Musa as., dan Nuh as., semuanya berusia lama (ratusan tahun). Sehingga mereka bisa beribadah lebih lama. Karena itulah Allah SWT menghadiahkan malam kemuliaan (Lailatul Qadr) kepada kita selaku umat Nabi Muhammad SAW..

Mengenai Lailatul Qadr ini, Allah SWT berfirman didalam Surat Al Qadr – Kemuliaan (97) ayat 1 – 5 yg artinya:

1. Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[1593].

2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

[1593] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, Karena pada malam itu permulaan Turunnya Al Quran.

Dalam agama Islam, turunnya Ayat Al Qur’an yg pertama terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Saat itu, Rasulullas SAW. sedang berkhalwat (menyendiri) di Gua Hira. Rasulullah memang terbiasa berkhalwat setiap Bulan Ramadhan. Saat itu, ayat pertama yg turun adalah surat Al ‘Alaq – Segumpal Darah (96) ayat 1 – 5 yg artinya:

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.

5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Ada dua pendapat mengenai Lailatul Qadr, yaitu:

1. Lailatul Qadr terjadi pada tanggal 17 Ramadhan (sama seperti tanggal turunnya Al Qur’an)

2. lailatul Qadr terjadi pada 10 malam ganjil terakhir.

<!– –>

Pendapat yg kedua diperkuat oleh beberapa hadits* berikut:

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam tanggal 21, 23, 25, 27, 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. (Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-beda, Imam Al Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bidzkri Lailatul Qadar, membawakan perkatan para ulama dalam masalah ini, lihatlah).

Imam Syafi’i berkata, “Menurut pemahamanku, wallahu a’lam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau, “Apakah kami mencarinya di malam hari?”, beliau menjawab, “Carilah di malam tersebut.”. (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam Syarhus Sunnah 6/388).

Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan Ramadhan, berdasarkan hadits ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, (yang artinya) “Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169)

Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata): Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukhari 4/221 dan Muslim 1165).

Ini menafsirkan sabdanya (yang artinya), “Aku melihat mimpi kalian telah terjadi, maka barangsiapa ingin mencarinya, carilah pada tujuh hari yang terakhir.” (Lihat maraji’ diatas).

Telah diketahui dalam sunnah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada malam Lailatul Qadar, ada dua orang sahabat berdebat, beliau bersabda, “Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Laitul Qadar, tetapi fulan dan fulan (dua orang) berdebat hingga diangkat tidak bisa lagi diketahui kapan lailatul qadar terjadi), semoga ini lebih baik bagi kalian, maka carilah pada malam 29, 27, 25 (dan dalam riwayat lain: tujuh, sembilan, lima).” (HR Bukhari 4/232).

Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir, yang lainnya menegaskan di malam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadits yang pertama sifatnya umum, sedang hadits kedua adalah khusus, maka riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada yang umum, dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan, tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah, tidak ada masalah. Maka dengan ini, cocoklah hadits-hadits tersebut, tidak saling bertentangan, bahkan bersatu tidak terpisahkan.

Kesimpulannya, jika seorang muslim mencari malam Lailatul Qadar, maka carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir, 21, 23, 25, 27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari pada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25, 27 dan 29. Wallahu a’lam.

Pendapat paling benar tentang Lailatul Qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah, ia berkata: Adalah Rasulullah beri’tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata, “Selidikilah malam Lailatul Qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan.”

Wassalam. Semoga bermanfaat.😀

* Sumber Hadits: http://ghuroba.blogsome.com/2007/09/25/malam-lailatul-qadar/ (dengan perubahan seperlunya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Song Lyrics

Lirik Lagu Indonesia Terbaru
%d blogger menyukai ini: